Sabtu, 30 April 2011

Metode Pembelajaran

Dalam pemilihan metode pembelajaran untuk anak usia dini, metode yang dipilih harus memuat bebeapa hal sebagai berikut :

1. Metode bermain sambil belajar
2. Metode yang berpusat pada anak
3. Metode yang memfasilitasi kecerdasan holistik
4. Metode yang menjadikan lingkungan sekitar sebagai media dan sumber belajar
5. Metode yang membawa anak merasa dihargai,dipedulikan, nyaman, aman, bebas berkreasi, bebas menuangkan ide-idenya
6. Metode yang sesuai dengan tingkat usia /perkembangan psikologis, dan kebutuhan spesifik anak
7. Metode yang relatif mudah dilasanakan pada keadaan terbatas

A. PEMBELAJARAN DENGAN METODE BERMAIN

Bermain adalah dunia anak. Bermaian adalah kebutuhan penting anak. Melalui permaianan bermutu dan dampingan orang dewasa serta dukungan lingkungan bermain yang juga bermutu, anak akan belajar banyak hal. Bermain adalah kegiatan yang ditunjukkan untuk mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan mempraktekkan kemampuan pengembangan rasa , ,sosial, dan keterampilan sosial ,itelektual. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain akan menghasilkan proses belajar pada anak.

Manfaat yang didapat anak saat bermain antara lain :

• Bermain dapat mengembangkan emampuan sosial, emosional, intelektual, fisik
• Bermain sebagai wahana untuk menyalurkan surplus energi
• Melatih ketrampilan hiduf (life skill)
• Melatih kemampuan mengatasi masalah
• Saat bermain anak membangun pengetahuannnya ( pengetahuan akan nilai-nilai agama, pengetahuan fisik,logika matematika,pengetahuan sosial dan pengetahuan diri sendiri)
• Saat bermain anak membangun konsep dirinya

Agar pembelajaran dapat berlangsung dengan metode bermaian efektif, maka ustadzah harus menyiapkan lingkungan ermaian yang bermutu tinggi, tercermin dari ketersediaan sarana bermaian yang mendukung tiga jenis main :

1. Main Sensorimotor
Adalah kegiatan yang menggunakan gerakan otot kasar dan halus serta mengeksplor seluruh indera tubuh untuk mendapatkan rasa dan fungsi indera. Anak usia dini belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Main sensorimotor penting untuk mempertebal sambungan antar neuron, contoh main sensorimotor, misal bermain air, pasir, meraba bji-bijian kasar halus,dsb

2. Main Peran
Main peran disebut juga main simbolik, pura-pura ,fantasi,imajinasi, dimana anak
Mengekspresikan gagasannya melalui gerakan tubuh atau benda lainnya. Menurut Vygosky, main peran angat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Jenis main peran : Makro, Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang atau sesuatu. Saat anak memiliki pengalaman sehari-hari dengan main peran makro (tema sekitar kehidupan sehari-hari anak), mereka belajar banyak ketrampilan pra akademis seperti mendengarkan, etap dalam tugas, menyelesaikan masalah, dan bermaian kerjasama dengan yang lain. Mikro , Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan. Saat anak main peran mikro, mereka belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orang lain.

3. Main Pembangunan
Adalah membuat hasil simbolik dengan menggunakan bahan main untuk menghadirkan gagasan pikiran, jika pada tahap awaal anak bermain sensorimotor denga melihat, menyentuh dan memegang bahan main, maka tahap berikutnya anak akan menggunakan mainan untuk untuk menghasilkan sebuah karya. Menurut Piaget, Main pembangunan membantu anak mengembangkan ketrampilan yang mendukung tugas-tugas sekolahnya dikemudian hari, contoh main pembangunan, main balok, plastisin, bermain lego. Dalam main pembangunan dikenal dengan istilah:
1) Main pembangunan dengan sifat cair, yaitu main pembangunan dengan menggunakan bahan yang bentuknya bisa mengikuti keinginan anak. Misal, main pembangunan dengan menggunakan krayon atau plastisin
2) Main pembangunan sifat terstruktur, yaitu main pembangunan yang penggunaan bahan main dikontrol oleh bentuk dari bahan tersebut. Misal main balok,lego

B. METODE SENTRA DAN LINGKARAN

Dengan mempertimbangkan metode bermain dalam belajar, maka metode pembelajaran yang digunakan di Mu’adz bin Jabal adalah metode sentra dan lingkaran. Alasan menggunakan metode pembelajaran sentra karena sentra belajar dirasa cukup bisa memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Anak anakan mengembangkan ketrampilan sosial saat beraksi dalam bentuk kerjasama dengan anak lain, berbagi materi dan saling mengajar.
2. Sentra mendorong terjadinya komunikasi karena anak bisa bisa bicara dan mengekspresikan dirisecara verbal dengan bebas
3. Anak bisa bergerak dan aktif, sehingga diharapkan akan terjadi sedikit masalah disiplin dan pelanggaran peraturan
4. Sentra belajar melibatkan penggunaan lebih dari satu indra
5. Sentra mendorong anak belajar sesuai dengan kecenderungan belajar anak (unik)
6. Sentra memungkinkan anak bekerja mandiri, dalam kelompok kecil atau dalam posisi satu lawan satu dengan gurunya.
7. Sentra bisa mengakomodir berbagai kemampuan dan minat anak karena anak bisa belajar sesuai dengan kecepatannya
8. Kreativitas rasa ingin tahu dan sifat ingin mencoba (eksprimentasi) bisa dikembangkan melalui sentra
9. Sentra belajar memungkinkan memanfaatkan waktu dan ruangan kelas serta materi yang paling efektif
10. Sentra belajar mendorong anak untuk mandiri, mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah.
11. Sentra memberikan kesempatan utuk adanya keanekaragama dan fleksibilitas dalam hal materi dan kegiatan belajar
12. Dengan sentra belajar, anak bisa mengulangi kegiatan untuk memperkuat ketrampilan atau kesenangannya.



Ciri-ciri dari metode Sentra dan Lingkaran adalah :

1. Pembelajarannya berpusat pada anak
2. Pembelajarannya dengan metode bermain
3. Menempatkan setting lingkungan main sebagai pijakan awal yang penting
4. Memberikan dukungan penuh kepada setiap anak untuk aktif, kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri
5. Peran ustadzah sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator
6. Kegiatan anak berpusat di sentara-sentra main yang berfungsi sebagai pusat minat
7. Terdapat empat pijakan , yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum main, pijakan saat bermaian, dan pijakan setelah bermain
8. Pijakan sebelum dan pijakan setelah bermain dilakukan dalam posisi melingkar


B.1 SENTRA-SENTRA MAIN SEBAGAI PUSAT KEGIATAN MAIN

Sentra main adalah tempat bermain sambil belajar untuk merangsang aspek pengembangan kemampuan dasar dan aspek pengembangan pembiasaan dan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dimana kegiatan main yang ada di dalamnya ditata dan direncanakan untuk dapat mencapai tahapan perkembangan kemampuan anak.

Jumlah dan jenis sentra yang dibuka tahun ajaran 2007/2008 di kelompok Batita : sentra irama dan gerak, sentra main peran, sentra pembangunan,sentra bahan alam dan sentra life skill dan persiapan. Untuk Play Group/TK : sentra main peran, sentra pembangunan, sentra seni dan bahan alam, sentra life skill dan persiapan. Dalam semua kegiatan main di sentra semuanya diintegrasikan dengan pengembangan keimanan dan ketakwaan dan penanaman nilai-nilai keislaman.

1. Sentra Bermain Peran,adalah tempat bermain yang ditata dan direncanakan yang menyediakan berbagai alat dan bahan main yang menunjang permainan peran mikro dan makro.

2. Sentra bermain pembangunan, adalah tempat bermain yang ditata dan direncanakan yang menyediakan berbagai alat dan bahan main yang mendukung kegiatan main pembangunan terstruktur dan main pembangunan sifat cair.

3. Sentra sains dan bahan alam, adalah tempat bermain yang ditata dan direncanakan menyediakan berbagai bahan alam, dan berbagai alat dan bahan yang mendorong anak melakukan percobaan dan menemukan konsep iptek.

4. Sentra seni dan kreativitas, adalah tempat bermain yang ditata dan direncanakan yang menyediakan berbagai alat dan bahan main untuk mengembangkandaya cipta, seni,daya pikir dan kreativitas anak.

5. Sentra Skill dan persiapan, adalah tempat main yang ditata dan direncanakan yang menyediakan berbagai alat dan bahan main, yang mendorong minat terhadap baca, tulis, hitung dan mendukung mengembangkan life skill anak untuk persiapan memasuki tahapan belajar selanjutnya.
6. Sentra Irama dan gerak (khusus batita), adalah tempat main yang ditata dan direncanakan yang menyediakan berbagai alat dan bahan main yang mendorong perkembangan gerak motorik halus dan motorik kasar anak, serta melatih kepekaan irama,ritme, melodi anak